_Author _
Tiara Dwi Mulyani / Kang Je
Wook / Lee Tae Ra (Terserah deh mau pilih
panggil yg mana) ^_^
Title : Holy of Love
Genre : Family, sad, romance
Cast :
-Lee Taemin as Lee Hye Joon
& Lee
Hye Jin (Mianhaeyo, disini aku bikin Taemppa jd yeoja dulu ya!!??)
-Lee Jinki (Onew) as Onew
-Choi Minho as Minho
-Song Eun Hwa as Manajer Hye
Joon (Nama
karangan)
-Jang Je Won as Manajer Onew
(Nama karangan)
-Kang Soo Hyun as Hye Jin
chingu (Nama
karangan)
Waah, mianhaeyo semuanya kalau
pada enggak suka Taemppa aku bikin
jadi yeoja. Aku enggak bermaksud apa-apa koq!? J
Aku cuma bingung mau cari cast
yeojanya siapa, jadi aku ambil
Taemppa deh buat jadi yeoja. Hahahaa… :D
Tapi, ini bukan berarti aku bashing
Taemppa loh! Aku sayang banget
sama Taemppa, jadi aku enggak mungkin bashing dia. So, if you like
please read,
if you don’t like please don’t read. ^_^
---------------------------------------------------------******---------------------------------------------------------------
#PART 2
Minho
dan Hye
Joon saling berhadapan, keduanya terus saling menatap. Hye Joon terpaku
menatap
Minho yang juga menatapnya. Hye Joon tak dapat mengatakan sepatah kata
pun,
Minho yang melihat tingkah gadis bermata onyx itu kemudian
melambai-lambaikan
tangannya didepan wajah Hye Joon sampai
pada akhirnya Hye Joon tersadar dan sengaja menjatuhkan ponsel yang
berada
didalam saku. Hye Joon membungkuk untuk mengambil ponselnya, tangannya
mulai
gemetar jantungnya tak kunjung berhenti berdetak cepat. Tiba-tiba saja
Minho
ikut membungkuk lalu mengambil ponsel milik Hye Joon lebih dulu.
Hye Joon :
“Eh?
Go-gomawo…” katanya seraya berterimakasih.
Minho
:
“Cheonma! Kau, Hye Joon kan?” jawabnya sambil tersenyum simpul.
Hye Joon :
“Err~
ye, naneun Hye Joon” sikap Hye Joon yang biasanya ceria dan penuh
percaya diri
seketika berubah menjadi seorang yang pemalu. “Aigoo… Apa yang harus
kulakukan???
Ottokhae?” batinnya mulai bersuara diiringi suara jantung yang berdegup
kencang.
Minho
:
“Hmm… Naneun Minho. Bangapseumnida!” Minho kembali tersenyum hingga
membuat Hye
Joon benar-benar tidak bisa berkutik.
Hye Joon :
“Err~
na-nado bangapta… Se-sepertinya aku harus pergi, appa-appa sudah
menungguku”
Minho
:
“Ne, kalau begitu hati-hati ya!? Senang bisa berkenalan denganmu”
Hye Joon :
“Ne,
annyeong…” Hye Joon segera berlari menjauhi Minho ke arah pintu gerbang.
Sedangkan Minho
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mulai berjalan menjauh dari
pintu
sambil memainkan bola basketnya.
~Didalam
Mobil~
Alunan musik
terdengar membelai telinga Hye Jin yang mulai mengantuk, Hye Jin
menyandarkan
tubuhnya dibadan jok mobil bernuansa merah maroon itu. Kepalanya ia
tengokkan
ke arah sebelah kiri. Matanya mulai sayup-sayup, namun dari kejauhan ia
melihat
seorang gadis berdiri seperti tengah kebingungan. Langsung tubuhnya
melonjak
dan membuka pintu mobil.
Appa
:
“Hye Jin, kau mau kemana?” tanya sang ayah.
Hye
Jin :
“Sepertinya itu Hye Joon… Aku ingin menemuinya. Sepertinya dia
kebingungan
mencari kita!” jawabnya sambil keluar dari dalam mobil.
Appa
:
“Hn…” sang ayah hanya mengangguk.
Hye
Jin
berjalan mendekati gadis berambut panjang bergelombang yang tengah
mondar-mandir sendirian, ia kemudian menepuk pundak gadis yg ternyata
adalah
Hye Joon, lalu ia menggandeng tangan saudara kembarnya itu.
Hye
Jin :
“Dari mana saja?”
Hye Joon :
“Aku…
Aku… Ceritanya panjang! Nanti aku ceritakan dirumah!”
Hye Jin
: “Janji ya!?”
Hye Joon :
“Ye,
mana appa?”
Hye Jin : “Dimobil, kau membuatnya jengkel lagi…”
Hye Jin : “Dimobil, kau membuatnya jengkel lagi…”
Hye Joon :
“Kemarin kan aku hanya pergi bersama teman-temanku”
Hye
Jin :
“Tapi kau tidak pamit dulu!”
Hye Joon :
“Iya
sih! Tapi kan sekarang aku hanya telat 30 menit…”
Hye
Jin :
“Tapi appa itu tipe orang yang tidak suka menunggu lama. Meskipun itu
hanya 30
menit!”
Hye Joon :
“Ye,
mian…” Hye Joon menundukkan kepalanya.
Mereka berdua
pun akhirnya masuk kedalam mobil dan mobil pun segera melaju
meninggalkan sekolah
yang mulai sepi.
~Dirumah~
Hye
Jin
membuka pintu kamar lalu memasukinya diikuti Hye Joon dari arah
belakang.
Mereka berdua lalu meletakkan tas dimeja belajar mereka masing-masing,
sambil
melepas bando yang melingkar dikepalanya Hye Jin duduk diatas kasur. Ia
kemudian
memperhatikan saudara kembarnya yang tengah tersenyum sendiri didepan
jendela,
matanya menatap ke luar jendela sembari mengelus dada.
Hye
Jin :
“Waeyo Hye Joon? Sepertinya hari ini kau sedang senang???” tanya Hye Jin
mendekati Hye Joon.
Hye Joon :
“Rasanya seperti jatuh dari tebing tinggi lalu tenggelam kedasar lautan.
Membuat jantungmu berdetak kencang” ungkapnya sembari tertawa kecil.
Hye
Jin : “
Kau? Kau…”
Hye Joon :
“Hari
ini tak akan pernah aku lupakan! Tatapan matanya yang sendu itu, telah
membuatku melayang…” lanjutnya sambil berbaring diatas kasur.
BUUUGGHHH…
Sebuah bantal
tiba-tiba melayang lalu mendarat dengan mulus menimpa tubuh Hye Joon.
Membuat
Hye Joon melonjak karena terkejut.
Hye Joon :
“Awww!!! Apa-apaan kau ini???” tanyanya sedikit emosional.
Hye
Jin :
“Aku kan tanya, kau ini kenapa? Lagi pula kau kan juga sudah janji akan
menceritakan sesuatu padaku!”
Hye Joon :
“Oh,
aku lupa! Mianhaeyo, aku kan sudah janji ya!? Jadi begini…”
Hye
Joon
mulai bercerita, sedangkan Hye Jin mendengarkan dengan seksama. Mereka
berdua
duduk diatas kasur sambil memegang bantal kesayangan mereka
masing-masing. Hye
Jin memegang bantal bibir berwarna pink sedangkan Hye Joon memegang
bantal
spiral berwarna pink yang dipadu dengan warna biru muda.
Cerita
diawali saat Hye Joon memisahkan diri dari Hye Jin hanya untuk
membuntuti
Minho, kemudian berlanjut saat Hye Joon diam-diam memperhatikan Minho,
selanjutnya cerita semakin terdengar menarik ketika Hye Joon harus
membuat
dirinya tetap tenang saat Minho berada dihadapannya sambil menatap Hye
Joon
dengan tatapannya yang dapat meluluhkan hati.
Hahahahahaaaa….
Gelak tawa kemudian pecah. Hye Joon juga Hye
Jin, mereka berdua tertawa sangat keras, rasa penat yang tadinya menyapa
mereka
kini mulai sirna. Semuanya tergantikan oleh rasa bahagia yang mampu
mereka
ciptakan walaupun hanya dengan cara sederhana. Tak lama terdengar
ketukan
pintu.
Hye Joon :
“Siapa
itu?” tanya Hye Joon pada Hye Jin.
Hye
Jin : “…”
ia hanya menggelengkan kepalanya.
Hye Joon :
“Siapa???”
Umma
: “Ini
umma! Umma hanya ingin mengajak kalian makan siang. Appa dan umma tunggu
dibawah ya!?”
Hye
Jin :
“Ne, kami akan segera ke bawah. Chakkaman…”
Hye Joon :
“Huuuhh~ padahal kan sedang seru-serunya!”
Hye
Jin :
“Bagian terakhirnya kau ceritakan nanti malam saja ya???” Hye Jin
memainkan
alis matanya.
Hye Joon :
“Hahahaa… Ne, tapi kau jangan ceritakan pada siapa-siapa ya!”
Hye
Jin :
“Kau berani bayar aku berapa?”
Hye Joon :
“Hye
Jin! Aku serius!!! Aku malu…”
Hye Jin : “Hahahaa… Ne, tenang saja! Aku janji!!!” Hye Jin mengulurkan jari kelingkingnya.
Hye Jin : “Hahahaa… Ne, tenang saja! Aku janji!!!” Hye Jin mengulurkan jari kelingkingnya.
Hye Joon :
“Janji
ya!?” Hye Joon tersenyum, lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari
kelingking Hye Jin.
Mereka berdua
lalu turun dari kasur, kemudian melangkah ke luar kamar untuk ikut makan
siang
bersama ayah dan ibu mereka tercinta.
~Pagi
Hari Dirumah~
DUGH DUGH DUGH DUGH
DUGH…
Gyaaaaaaaa~
Diminggu pagi
suara gaduh terdengar dari arah tangga rumah, disertai dengan teriakan
histeris
dua orang gadis belia. Sang ayah yang saat itu sedang membaca koran
merasa
sedikit terganggu dan mulai berbicara dengan nada sedikit meninggi.
Appa
:
“Hye Jin! Hye Joon! Jangan berteriak begitu!!!”
Hye Jin / Joon : “
Ne
Appa!!!” keduanya lalu duduk bersama disofa.
Hye Joon :
“ Hye
Jin! Cepat ganti channelnya! Cepat!!!”
Hye
Jin :
“Ne, aku ganti! Sabar!”
Hye Jin / Joon :
“Gyaaaaa~
ah, tampannya!”
Umma
: “Hey,
kalian ini kenapa?” mendengar teriakan Hye Joon dan Hye Jin, sang ibu
datang menghampiri dengan
menggunakan celemek masak. “A-aigoo… Dia itu kan!” ujarnya kemudian
duduk
disofa.
Appa
:
“Mwoya? Kenapa pagi-pagi begini sudah
buat kegaduhan???” sang ayah datang sambil bertolak pinggang.
Umma
: “Dia
itu, dia itu bukannya Onew kan? Artis dari SM Entertainment yang
dikabarkan
akan meluncurkan album baru dibulan ini???”
Hye Joon :
“Ne,
dia tampan kan umma?”
Umma
: “…”
sang ibu hanya mengangguk pelan.
Hye
Jin :
“Aku dengar dia juga akan ikut acara ‘We Got Married’ bersama Jessica.
Aku tak
sanggup mendengarnya!”
Umma
: “Hey!
Hanya karena pernah berduet bukan berarti mereka akan dipasangkan dalam
‘We Got
Married’. Ibu tidak setuju!”
Hye Joon :
“Aku
juga! Aku tidak setuju!!! Lagi pula umur Jessica itu kan lebih tua dari
Onew!”
Seketika
suasana rumah mulai ramai oleh pembicaraan para yeoja. Sang ayah yang
seorang
namja dan tak mengerti apapun tentang gossip hanya bisa menggelengkan
kepalanya
sambil memijat dahi, kemudian pergi melanjutkan membaca koran.
Umma
: “Hah,
andaikan saja umma bisa bertemu dengannya! Umma akan memeluknya dengan
erat!!!”
Hye Jin / Joon :
“Aaaahhh~
aniyo!!!”
Umma
: “Wae?
Hanya memeluk”
Hye Joon :
“Onew
masih terlalu muda untuk dipeluk wanita paruh baya seperti umma!”
Umma
: “Umma
ini masih muda! Enak saja kau bilang umma wanita paruh baya!”
Hye
Jin :
“Umma, umma ini kan sudah jadi ibu-ibu. Kenapa masih menyukai idola
remaja
seperti Onew???”
Umma
:
“Ha-habisnya, dia itu tampan sih!”
Hye Joon :
“Aaaahh~ umma!”
Hye
Jin : “Ussstt…
Konferensi Pers-nya akan segera dimulai”
Mereka
bertiga mulai memperhatikan layar televisi dengan seksama. Tak ada satu
pun
dari mereka yang berkedip, semuanya ingin menyaksikan acara konferensi
pers
yang mereka tunggu-tunggu.
~Konferensi
Pers~
Author
POV : Onew
Pria
berkulit
putih itu duduk dengan tenang didampingi oleh manajernya, senyumnya
terus
merekah menyapa setiap reporter yang telah lama menunggu sang bintang
muncul.
Reporter :
“Jadi,
apa sekarang bisa dimulai?”
Je
Won : “Ne,
tolong hanya ajukan 5 pertanyaan saja ya!? Waktu kami sangat terbatas”
sang
manajer menjawab permintaan dari salah satu reporter.
Reporter :
“Baik,
saya yang pertama” salah satu reporter mengacungkan tangannya.
Je
Won :
“Silahkan…”
Reporter :
“Bagaimana soal peluncuran album barumu kali ini Onew? Aku dengar salah
satu
lagu andalan dialbum bertajuk ‘One Love for You’ ini akan dirilis
sekitar 2
minggu lagi?”
Onew
:
“Hmm… Ye, sekitar 2 minggu lagi lagu andalan dari albumku kali ini akan
dirilis.
Lagu ini akan sangat berbeda dilagu andalanku yang ada dialbum
sebelumnya. Kali
ini tema jatuh cinta akan menghiasi alur cerita dalam lagu ini. Lagu ini
juga
akan dibuat dengan genre yang lebih ceria.”
Je
Won :
“Pertanyaan kedua”
Reporter :
“Saya!” salah seorang reporter lain mengangkat tangan. “Apakah dalam
albummu
kali ini akan ada sesi berduet dengan artis SMent lain seperti albummu
sebelumnya?”
Onew
:
Onew mulai tersenyum. “Hmm… Dalam album kali ini, aku tidak melakukan
duet
dengan siapapun. Dialbum ini aku full bernyanyi sendiri.”
Reporter :
“Bagaimana dengan nasib project duetmu bersama Jessica? Apa akan masih
terus
berlanjut?”
Je
Won : “Itu
pertanyaan ketiga ya!?”
Onew
:
“Duet kami hanya untuk satu single saja, yaitu ‘One Year Later’. Untuk
melanjutkan
project duet bersama Jessica, kami belum ada rencana.”
Reporter :
“Lalu,
bagaimana berita tentang hubunganmu dengan Jessica? Kami dengar selama
berduet
kalian menjalin hubungan yang spesial?” seorang reporter lain
menambahkan
pertanyaan.
Onew
: “Ekhemm…
Err~ itu hanya gossip” jawabnya sambil tertawa kecil. “Aku dan Jessica
hanyalah
rekan kerja. Lagi pula dia itu adalah sunbae-ku, jadi tidak mungkin ada
hubungan spesial diantara kami…”.
Reporter :
“Lalu,
bagaimana dengan kabar yang mengatakan bahwa kau terlihat jalan dengan
Jessica
disalah satu mall?”
Onew
:
“Wah, berita itu menyebar dengan cepat” Onew kembali tertawa. “Hmm… Kami
memang jalan bersama. Tapi itu kami
lakukan untuk membicarakan soal pekerjaan, karena kami diminta untuk
menjadi MC
disalah satu acara Variety Show”.
Reporter :
“Lalu
bagaimana kabar yang mengatakan bahwa kau menjadi orang ketiga atas
kandasnya
hubungan Jessica dengan kekasihnya?”
Je
Won :
“Maaf, tadi pertanyaan terakhir”
Reporter :
“Tolong, satu pertanyaan lagi saja!”
Je
Won :
“Pertanyaan telah ditutup. Terimakasih atas kedatangan para reporter
semua.
Waktu kami terbatas…” Je Won juga Onew mulai berdiri lalu membungkukkan
badan
kepada para reporter seraya member hormat. Kemudian mereka mulai
meninggalkan
ruangan konferensi pers bersama beberapa bodyguard.
_To
Be Continue_
Creativ : ara_darkangel17@yahoo.com
/ Tiara Dwi Mulyani
Waaaah, aku senang kalau ada
yang mau nyumbang cerita FF jadi blogku gak sepi,hehe thx banget buat
author Tiara Dwi Mulyani yang sudah bersedia menyumbangkan
cerita FF'a :)
Sekali
lagi gomawo,hehe